Khotbah Minggu Ini20 Mei 2012 TINDAKAN PROFETIS MENINGGIKAN RAJA Mazmur 47 TUJUAN: Menempatkan Tuhan setinggi-tingginya, supaya terjadi kemenangan. Bil.14:28 “Seperti yg kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu!” Ucapan/Pengakuan kita di hadapan-Nya menghasilkan Perbuatan-Nya terhadap kita Ams.18:21. A. NOBATKAN DIA SEBAGAI RAJA. Meniup sangkakala, bertepuk tangan & bersorak sorai dilakukan saat penobatan raja Hak.7:18; 2Raj.11:12. “Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi” (ay.3). B. SIKAP TERHADAP TUHAN MENENTUKAN TINDAKANNYA. “Ia akan menaklukkan bangsa2 …… memilih bagi kita tanah pusaka kita ……” Dua berkat yang disediakan: Berkat kemenangan dan berkat warisan/kemuliaan. C. LAKUKAN DENGAN SEGENAP HATI DAN KEKUATAN. “Allah telah naik diiringi sorak-sorai …… sangkakala …… bermazmur dg nyanyian pengajaran.” Kata “telah” merupakan kepastian penggenapan janji. Karena itu nyanyikanlah Firman-Nya. |
Renungan HarianSenin, 21 Mei 2012 BERPAUT “Tetapi kamu harus berpaut pada Tuhan, Allahmu seperti yang kamu lakukan sampai sekarang” (Yosua 23:8) Berpaut, dalam kamus bahasa Indonesia artinya: terikat erat-erat, melekat, melilit erat-erat, berpegang kuat-kuat. Renungan hari ini mengingatkan kita untuk hidup berpaut dengan seorang pribadi yang sangat mengasihi kita. Apakah kepada Ayah karena kita seorang anak, atau kepada Suami karena kita seorang istri atau yang lainnya? Tidak salah jika kita menunjukan sikap yang demikian kepada orang yang kita kasihi, tetapi jangan sampai yang lebih erat justru kepada manusia yang dekat dengan kita daripada terhadap Bapa di Sorga. Jika kita berpaut pada manusia, maka satu kali saat kita bisa dikecewakan karena orang yang diandalkan pergi meninggalkan kita, tetapi kekita kita berpaut kepada Tuhan, maka kita tidak akan menyesal. Tuhan akan mengarahkan hidup kita ke jalan yang benar, dimana akan ada pengalaman yang indah bersama Tuhan, walaupun melewati banyak masalah dalam perjalanan kerohanian, namun bersama dengan Tuhan, kita dimampukan untuk tetap bertahan dalam kebenaran. Jadilah pribadi yang semakin melekat dengan Bapa, seperti dalam Yohanes 15: 4 “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” Hal ini yang Bapa mau kita lakukan setiap waktu, sebab di luar Tuhan kita tidak akan mampu bertahan menghadapi setiap godaan yang datang dalam hidup ini, yang dapat membuat kita jatuh ke dalam dosa. Iblis sedang berusaha untuk menghancurkan anak-anak Tuhan dengan berbagai macam cara, tetapi kita yang mau mepertahankan kebenaran akan diberi kekuatan.
|













