Khotbah Minggu Ini22 Januari 2012 UBAH PIKIRAN DUNIAWI JADI SORGAWI Kol.3:1-4 TUJUAN: Arahkan pikiran kepada janji2-Nya, sebab Firman-Nya pasti digenapi! Pikiran sorgawi menuju kepada rencana Allah: perhentian bagi umat-Nya. Dunia adalah tempat di mana kita bekerja untuk masuk perhentian kekal – karena itu ada peraturan Sabat! Ibr.4:1-16. A. PUNYAILAH ROH TAKUT AKAN TUHAN. Percaya Firman-Nya pasti terjadi Maz.33:8-9. “Takut ketinggalan” menjadi dorongan kuat untuk bekerja. Iman plus takut mendorong Nuh mempersiapkan bahtera Ibr.11:7. B. RAJINLAH UNTUK DAPAT MASUK PERHENTIAN. Tuhan sudah memberikan anugerah lengkap untuk keselamatan kita. Tugas kita menerapkan anugerah-Nya dalam kehidupan kita 1Kor.15:10. C. PEGANGLAH TEGUH PENGAKUAN IMAN. Iman tanpa pengakuan iman tidak menyelamatkan Ro.10:10. Pengakuan Dia telah bangkit dan naik ke sorga berarti meyakini: Dialah yang empunya kuasa Mat.28:18. D. DATANGLAH SENANTIASA KE TAKHTA-NYA. Pikiran akan terus terarah kepada penggenapan janji-Nya bila hubungan dijaga senantiasa. Sebab apa yang kita pikirkan itulah yang kita cari! |
Renungan HarianSabtu, 28 Januari 2012 Ketidaktahiran saat melahirkan “Apabila seorang perempuan bersalin dan melahirkan anak .... Sama seperti pada hari-hari ia bercemar kain ia najis.” (Imamat 12:2) Imamat 12:1-8 ini membicarakan kenajisan ketika seorang perempuan Israel melahirkan anak. Kenajisan ini bukan dikaitkan dengan dosa seakan melahirkan seorang anak adalah dosa karena Allah sendiri yang memberkati manusia agar beranak cucu dan memenuhi bumi (Kej. 1:27-28). Perempuan yang melahirkan itu tidak tahir karena ia sedang mengeluarkan darah kotor, sama seperti waktu ia sedang datang bulan. Saat melahirkan adalah saat krisis antara kematian dan kehidupan. Pada saat seorang ibu melahirkan satu kehidupan, ia juga sedang "kehilangan" sebagian kehidupannya berupa darah. Dalam keadaan demikian, ia juga berisiko kehilangan hidupnya.
|













